Ilustrasi Pawai Kebudayaan memeriahkan HUT Kota Kupang ke-22, Senin (23/4/2018) petang. (Foto: V.J. Beokan/Moral-politik.com)

 

MORAL-POLITIK.COM – Pawai Budaya untuk merayakan HUT Kota Kupang ke-22, Senin (23/4/2018) menyisahkan cukup banyak sampah yang berserakan.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kota Kupang meskipun turut tampil sebagai peserta dalam pawai tapi tetap mengingat tugas pokok dan fungsinya.

Para awak dinas kebersihan turun full team untuk back up kegiatan pawai budaya. Kegiatan pawai yang mengambil garis star dari depan Kantor Gubernur di Jalan Raya El Tari, Kota Kupang dan finish di depan Suba Suka di Jalan Timor Raya.

Kepala Dinas LHK Kota Kupang Obed Kadji yang ditemui di Jalan Timor Raya mengatakan, pada pawai budaya kali ini, dinas yang dipimpinan ini menurunkan semua pegawai untuk membersihkan sisa-sisa sampah.

“Kami akan berada di bagian paling belakang untuk mengangkut sampah-sampah yang ada sehingga setelah pawai, kota tetap dalam keadaan bersih. Lebih dari 300 orang diturunkan untuk membersihkan di rute yang dilalui dalam pawai,” katanya.

Selain petugas, kata Obed, sebanyak 7 mobil sampah diturunkan untuk mengangkut sampah.

“Sampah yang kami tangani di pawai ini tidak terlalu banyak, hanya mencapai satu truk sampah saja. Sampah ini lebih banyak sampah plastik,” ujarnya.

Ia mengaku, walaupun tim yang diturun full dalam pawai, tapi tidak melupakan tugas wajib pengangkutan sampah yang sudah dijadwalkan oleh petugas Dinas LHK.

Sementara disinggung soal sampah yang ditangani pada acara Festival BSL, Obed mengaku tidak terlalu banyak, hanya satu truk saja.

Hal senada juga dikatakan Kabid Pengendalian Pencamaran dan Perusakan Liingkungan Dinas LHK, Herman Mboeik. Menurutnya, sampah yang dihasilkan dalam pawai tidak terlalu banyak. Hal ini dipengaruhi tingkat kesedaran masyarakat dalam membuang sampah sudah cukup bagus. Karena upaya sosialisasi terus dilakukan oleh Dinas LHK dan pelatihan pengelolaan sampah menjadi nilai ekonomis kepada masyarakat.

“Soal sampah ini dalam penanganannya dimulai dari hilir ke hulu,” tuturnya.

 
Penulis : Nyongki
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

78 − = 75