Presiden Joko Widodo saat bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Senin (31/10/2016). Presiden Joko Widodo saat bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Senin (31/10/2016).(Kementerian Sekretaris Negara)

 

MORAL-POLITIK.COM – Kesediaan seseorang untuk mengakui perbuatannya patut diberikan apresiasi tinggi.

Sama halnya dengan pengakuan seorang Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, seperti dilansir Kompas.com, bahwa dirinya mengakui telah bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Luhut tak menampik bahwa dalam pertemuan itu, mereka membicarakan soal pemilihan presiden 2019.

Dalam pertemuan itu, Luhut bahkan menyarankan agar Prabowo maju kembali sebagai calon presiden dan berhadapan dengan Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

“Malah saya bilang, ‘Pak Prabowo maju saja’,” ujar Luhut saat ditemui seusai menjadi pembicara dalam acara Partai Golkar di Jakarta, Sabtu (7/4/2018).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjadi salah satu pembicara dalam acara Orientasi Fungsionaris Pusat Partai Golkar di Jakarta Pusat, Minggu (7/4/2018).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)

 

Menurut Luhut, pertemuan itu lebih banyak membicarakan hal-hal yang bersifat umum. Apalagi, menurut Luhut, ia dan Prabowo merupakan teman lama yang sama-sama berasal dari institusi TNI.

Luhut menilai, pertemuannya dengan Prabowo sebagai hal yang biasa. Menurut dia, pertemuan itu tidak direncanakan secara khusus.

“Saya kan dengan Pak Prabowo teman lama, kami ketemu, makan, dan bukan sekali itu saya ketemu Pak Prabowo, sering kami ketemu,” kata Luhut.

Sebelumnya, kedua purnawirawan jenderal TNI tersebut diam-diam bertemu empat mata di sebuah restoran di salah satu hotel bintang lima di Jakarta, Jumat (6/4/2018) kemarin.

 

 

Penulis  : Abba Gabrillin
Editor    : Erny
Sumber : Kompas.com

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

17 − = 13