Andreas William Koreh. (Foto: V.J. Boekan/Moral-politik.com)

 

MORAL-POLITIK.COM – Simpang siurnya isu yang dirajut dan berkembang liar tentang rencana pembangunan Bendungan Kolhua di Kota Kupang bikin resah masyarakat.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi NTT, Andreas William Koreh akhirnya angkat bicara.

Saat ditemui di ruang kerjanya Jumat (13/4/2018) petang, Andreas menegaskan bahwa hingga kini Bendungan Kolhua masih masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Untuk pembangunan bendungan, NTT mendapat jatah 7 bendungan. Yang sudah diresmikan adalah Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang. Sebentar lagi akan diresmikan Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu. Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka masih dalam pengerjaan. Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) telah dikontrak, sebentar lagi mulai dikerjakan. Bendungan Lambo di Nagekeo dalam proses negosiasi. Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, dan Bendungan Kolhua di Kota Kupang,” tegas dia.

Andreas menuturkan, rencana pembangunan Bendungan Kolhua masih terbentur dengan permasalahan tanah, karena masih ada sebagian masyarakat pemilik tanah yang menolak lahannya diberikan kepada pemerintah.

“Pak Gubernur memikirkan nasib dari Bendungan Kolhua, yang kalau tidak jadi dibangun akan merugikan NTT. Oleh karena itu beliau meminta saya membuat konsep surat untuk ditandatangani Pak Gubernur guna diberikan kepada Menteri PUPR agar dapat mengalihkan pembangunan Bendungan Kolhua ke Kabupaten Belu, setelah mendapat surat permohonan dari Bupati Belu yang intinya minta pengalihan pembangunan Bendungan Kolhua ke daerahnya, kalaupun jadi di bangun di Kota Kupang, Bupati Belu meminta penambahan satu bendungan lagi,” kata dia.

Pikiran Pak Gubernur simpel saja. Kita upayakan jangan sampai jatah 7 Bendungan untuk NTT itu berkurang. Supaya jangan berkurang kita alihkan saja jika permasalahan tanah di Kota Kupang tidak bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya.

Sesungguhnya, ungkap Andreas, dari sisi perencanaan NTT membutuhkan 70 Bendungan, sekian puluh ribu sumur bor. Hal ini yang mendorong Pak Gubernur berpikir tiada henti-hentinya untuk mencari solusi cerdas sehingga NTT tetap mendapat 7 Bendungan dalam PSN tersebut.

 

 

Penulis : V.J. Boekan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

9 + 1 =