Andreas Hugo Pareira. (Foto: Angga/Moral-politik.com)

 

MORAL-POLITIK.COM – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Dolvianus Kolo, akhirnya dipecat dari keanggotannya di PDI-P.

Surat Keputusan (SK) pemecatan dan pergantian antarwaktu (PAW) sebagai anggota DPRD Provinsi NTT juga telah dikeluarkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P.

Merasa tidak terima pemecatan dan pergantian antarwaktu (PAW) sebagai anggota DPRD Provinsi NTT, Dolvianus Kolo dikabarkan akan menggugat Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Ketua DPP PDI-P Andreas Hugo Pareira (AHP) saat dihubungi Moral-politik.com dari Maumere, Kabupaten Sikka melalui sambungan telpon seluler, Rabu (18/4/2018), mempersilahkan Dolvianus Kolo untuk menggugat Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Tetapi juga dirinya mempertanyakan dasar gugatan Dolvianus Kolo.

“Bisa saja Dolvianus Kolo menggugat, tapi dasar gugatannya apa?” tanya Andre.

Anggota DPR RI ini menegaskan pemecatannya sudah diatur dalam Undang-Undang Partai Politik.

Ia menjelaskan, Dolvianus Kolo adalah Anggota DPRD Provinsi NTT yang yang diusung oleh PDI-P. Bersangkutan dipecat oleh partai karena melakukan pelanggaran disiplin partai.

“Dia kan sudah dipecat dari Partai. Otomotis yang bersangkutan kehilangan haknya di DPRD  Provinsi NTT. Dia itu sekarang bukan bagian dari Fraksi PDI-P,” ucap pria asal Kabupaten Sikka ini.

Dikatakannya, semua Anggota DPRD harus menjadi bagian dari fraksi. Tidak ada Anggota DRPD independen sehingga Dolvianus Kolo telah dipecat dari Partai dan di PAW dari Anggota DPRD Provinsi NTT.

 

Penulis : Angga
Editor   : Athen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 83 = 85