Wakil Walikota Kupang Hermanus Man (Kanan), Sekot Kupang Bernadus Benu (Kiri) dan sejumlah pejabat Pemkot Kupang menyambut peserta Pawai Kebudayaan memeriahkan HUT Kota Kupang Ke-22, Senin (23/4/2018) petang. (Foto: V.J. Boekan/Moral-politik.com)

 

MORAL-POLITIK.COM – Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) siap memberangkatkan 16 orang peserta latihan.

Mereka itu akan mengikuti pelatihan tenaga kerja jahit garmen ke Balai Besar Pelatihan Kerja di Semarang.

“16 orang tersebut sudah melalui tahap seleksi. Awalnya telah dilakukan satu bulan lalu dan untuk seleksi resmi dengan melakukan tes tertulis dan wawancara telah dilakukan kemarin, sehinga mereka telah memenuhi syarat untuk siap dikirim ke BLK Semarang guna mengikuti pelatihan menjahit, ” kata Kepala Dinas Nakertrans Kota Kupang Goza Yohanes kepada wartawan saat ditemui di Kantor DPRD Kota Kupang, Kamis (26/4/2018).

Goza mengatakan, keberangkatan 16 orang peserta tenaga kerja tersebut diperkirakan pada Juli nanti.

“Untuk biaya bagi 16 orang peserta seluruhnya ditanggung oleh Balai Pelatihan Semarang, dan kita hanya menanggung biaya pasca latihan dan uang saku,” kata Goza.

Ia mengaku dalam pelatihan ini semula telah dianggarkan anggaran untuk pelatihan selama dua bulan, namun sesuai rencana kegiatannya akan di plot menjadi satu bulan saja, sehingga bagi 16 orang tersebut telah disampaikan kepada mereka agar dapat menyiapkan diri dan kesehatan secara baik mulai dari sekarang,” kata Goza.

Goza menambahkan, dari 16 orang peserta ini, terdapat dua laki-laki dan 14 orangnya perempuan.

“Kami berharap 16 oramg yang siap mengikuti pelatihan nantinya, agar dapat mengikuti dengan baik dan penuh keseriusan, sehingga setelah kembali bisa membuka usaha mandiri nantinya, sebab tidak ada perusahan di Kota ini,” tegasnya.

Menurutnya, pelatihan jahit ini lebih pada pelatihan jahit garmen. Sehingga selain membuka usaha mandiri, diharapkan kurang lebih 250 orang yang telah mendapat pelatihan garmen melalui pemerintah provinsi bisa digabung dengan yang ada di kota, agar ada perusahan yang buka mereka bisa dimasukan ke perusahan tersebut.

 

Reporter : Nyongki
Editor      : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 86 = 96