Bupati Kupang Ayub Titu Eki . (Foto: V.J. Boekan/Moral-politik.com)

 

MORAL-POLITIK.COM – Bupati Kupang, Ayub Titu Eki (ATE) mengharapkan Aparat Sipil Negara (ASN) harus bisa melakukan tugasnya secara benar dalam melayani masyarakat.

“Sebagai ASN, kita telah mendapatkan hak kita. Kita terima gaji yang layak. Tapi di manakah tanggung jawab kita untuk menunjukkan kepedulian kita terhadap masyarakat? Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat atas upah yang layak, kita mesti melakukan tugas-tugas kita secara benar,” kata ATE dalam sambutannya pada acara pembukan Musyawarah Pembangunan Daerah (Musrenbang) yang digelar di Oelamasi, Kabupaten Kupang, Senin (26/3/2018) Pkl. 10.30 WITA.

Menurut ATE, salah satu bentuk pertanggungjawabannya adalah melakukan pembahasan pembangunan secara baik dan benar.

Perencanaan ini, lanjutnya, haruslah berdasarkan kebutuhan-kebutuhan masyarakat.

“Tanggung jawab kita adalah lakukan perubahan. Perubahan anggaran dan perencanaan yang kita lakukan sekarang ini, selain berdasarkan kebutuhan masyarakat, juga harus berdasarkan data yang kuat,” jelasnya.

Dalam Musrenbang yang digelar, ATE berharap perencanaan yang dilakukan berdasarkan skala prioritas pembangunan.

“Kalau perencanaan yang dibuat sudah salah, otomatis hasilnya tidak akan baik. Kita merencanakan pembangunan berdasarkan skala prioritas kebutuhan masyarakat,” terangnya.

“Perencanaan yang dibuat sekarang harus berkualitas karena gunakan anggaran negara yang terbatas. Anggaran itu juga harus diprioritaskan pada daerah-daerah yang paling membutuhkannya,” sambungnya menjelaskan.

ATE mengakui, selama masa kepemimpinannya, masih banyak hal yang belum berhasil dilakukan. Namun, tentu ada juga hal-hal yang berhasil dilakukan.

“Kalau ada hal-hal kecil yang sukses kita lakukan, kita jangan terbuai. Bila perlu jangan berbangga bahwa kita berhasil pada hal-hal kecil. Karena kita menginginkan kesuksesan yang lebih besar lagi,” tuturnya.

ATE menjabarkan, semua daerah membutuhkan air. Namun, ini tidak berarti bahwa pembangunan yang direncakan mencakup seluruh wilayah itu.

“Sehingga kita prioritaskan. Kita mesti cermat memilih wilayah dalam pembangunan, dengan mengkaji imbas dari pembangunan itu,” katanya.

Kalau dalam pembangunan masih ada kegagalan, kata ATE, pengalaman itu haruslah dijadikan contoh, agar ke depan pembangunan bisa berjalan dengan lebih baik. *ambuga*

 

 

Penulis : Ambuga
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

78 − = 71