Cristiano Ronaldo saat mengeksekusi penalto di laga Real Madrid melawan Juventus. (Foto: Susana Vera/Reuters)

 

MORAL-POLITIK.COM – Sekaliber apapun pemain sepak bola, tapi jika harus menghadapi situasi semacam ini pasti mengalami ketidak tenangan bathin.

Seperti halnya yang dihadapi oleh Cristiano Ronaldo. Dia ditunjuk sebagai eksekutor dalam laga paling menentukan Real Madrid di Liga Champions 2019.

Detik.com melansir, Gol Cristiano Ronaldo ke gawang Juventus lewat titik putih menjadi penentu Real Madrid melangkah ke semifinal Liga Champions. Dia mengaku sempat deg-degan.

Di Santiago Bernabeu, Kamis (12/4/2018) dinihari WIB, Madrid kalah 1-3 dari Juventus. Satu gol di laga leg II perempatfinal Liga Champions itu didapat saat masa injury time.

Gawang Madrid, yang dikawal Keylor Navas, dijebol dua kali oleh Mario Mandzukic. Gol pertama pada menit kedua, gol kedua di menit ke-37.

Blaise Matuidi menjadi pencetak gol ketika Juve pada menit ke-61, hingga membuat agregrat menjadi 3-3. Saat laga akan lanjut ke babak tambahan, Madrid mendapat penalti. Lucas Vazquez jatuh di kotak 16 meter karena dilanggar Mehdi Benatia.

Wasit Michael Oliver sempat diprotes oleh pemain Juve, bahkan Gianluigi Buffon sampai di kartu merah.

Ronaldo maju menjadi eksekutor. Dia menyelesaikan tugasnya dengan sempurna, setelah bisa menceploskan bola ke dalam gawang.

“Lihat saja, andai tak terjadi penalti, Lucas seharusnya mencetak gol. Mereka tertinggal dari kami dan itu merupakan laga bagi mereka. Saya senang kami bisa sampai di semifinal,” kata Ronaldo di situs Madrid.

“Untuk penaltinya, jantung saya berdegup kencang, tapi saya mencoba untuk tetap tenang. Saya tahu itu akan menjadi penalti yang menentukan, syukurnya saya bisa mencetak gol dan kami terus melaju,” dia menambahkan.

 
Penulis  : Lucas Aditya
Editor    : Ran, Erny
Sumber : Detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

73 − 63 =