Foto: Angga/Moral-politik.com

 

MORAL-POLITIK.COM – Secara geografis, Koja Doi terletak di sebelah utara Laut Flores, terpisah dari sebagian besar wilayah Kabupaten Sikka, ada di daratan Pulau Flores.

Pulau Koja Doi yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut berjarak kurang lebih 28 kilometer dari Kota Maumere. Untuk menuju pulau tersebut, satu-satunya akses yang ada yaitu melalui jalur laut.

Pulau Koja Doi dihuni oleh sekitar 150 kepala keluarga (KK) yang sebagian besar merupakan etnis Buton, dan mayoritas memeluk agama Islam serta memilih mata pencaharian sebagai nelayan, selebihnya berladang.

Menurut keterangan Kepala Desa Koja Doi, Hanawi, nama Koja Doi sendiri memiliki arti kenari kecil.

Sebagaimana diketahui, Koja Doi memiliki potensi sumberdaya bahari yang luar biasa besar. Disamping ikan, pulau ini sangat potensial untuk budidaya rumput laut. Sekitar 4 atau 5 tahun yang lalu, masyarakat pulau ini melakukan budi daya rumput laut secara besar-besaran. Fredy Numberi selaku Menteri Perikanan dan Kelautan saat itu, tercatat pernah 2 kali ke pulau ini untuk melakukan Panen Raya Rumput Laut.

Namun demikian, sekitar 3 tahun yang lalu, masyarakat nelayan pulau ini termonitor vacum dari aktivitas budi daya rumput laut. Masyarakat menjadi lesu tak berdaya karena gagal panen.

Kegagalan ini diduga disebabkan oleh pemanfaatan green tonic untuk memacu pertumbuhan rumput laut dan munculnya penyakit ice-ice serta penangkapan ikan dengan menggunakan racun yang juga mengakibatkan kerusakan pertumbuhan rumput laut. Masyarakat berharap banyak untuk bisa kembali membudi daya rumput laut.

Potensi rumput laut di tiga desa di Kecamatan Alok Timur telah ditetapkan sebagai desa yang memiliki potensi rumput laut. Ketiga desa penghasil rumput laut tersebut yakni Desa Parumaan, Koja Doi, dan Koja Gete. Selain menjadi sentra produksi rumput laut, tiga desa tersebut juga memiliki daya tarik wisata.

Mencermati keberhasilan yang pernah dicapai oleh Desa Koja Doi dan dua desa lainnya dalam hal budi daya rumput laut tersebut, Jumat (13/4/2018), Komandan Lanal Maumere, Kolonel Marinir Sumantri bersama dengan segenap pimpinan BUMD Kabupaten Sikka, serta sejumlah komunitas pemerhati lingkungan seperti Susi yang merupakan Direktur Bank Sampah Flores, kemudian General Manager Capa Resort Hotel Michael Bakker, dan Manager Rajawali Telkomsel Maumere memprakarsai gerakan untuk menghidupkan kembali kegiatan pembudidayaan rumput laut di Pulau Koja Doi, dengan mengajak serta Camat Alok Timur Frans AL Da Lopez, serta Kepala Desa Koja Doi.

Perjuangan mereka dengan maksud menggerakkan masyarakatnya untuk kembali turun ke pesisir pantai Koja Doi bergiat melaksanakan budi daya rumput laut, yang sebelumnya didahului dengan kegiatan sosialisasi dan sekaligus mewadahi apa yang menjadi kendala di lapangan yaitu aksi pelaku pembiusan ikan, yang berdampak pada terhambatnya tumbuh kembang maupun kerusakan dari rumput laut itu sendiri.

Upaya yang dilakukan oleh Komandan Lanal Maumere diantaranya dengan terus secara intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat Pulau Koja Doi dan sekitarnya agar tidak melakukan kegiatan illegal seperti misalnya pembiusan ikan yang nyata-nyata dapat merusak lingkungan serta kiranya masyarakat secara sadar dan tulus ikut serta dalam setiap upaya yang dilakukan untuk menjaga kebersihan demi terciptanya kelestarian ekosistem dan lingkungan laut lainnya.

Aksi panen bibit rumput laut yang telah ditanam oleh Lanal Maumere pada tiga minggu sebelumnya tersebut dimaksudkan untuk menanam kembali di lokasi yang sama dengan harapan agar dapat memperoleh hasil yang lebih banyak lagi. Mengingat hasil penanaman tersebut telah dipelajari dan memungkinkan untuk dibudidayakan di areal yang lebih luas lagi. Baik Camat, Kepala Desa maupun masyarakat Koja Doi menyambut baik atas situasi dan kondisi perairan pesisir Koja Doi yang telah begitu kondusif sehingga memungkinkan mereka untuk beraktifitas kembali dalam kegiatan pembudidayaan rumput laut.

Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, Komandan Lanal Maumere berharap, Desa Koja Doi bergairah kembali dalam kegiatan pembudidayaan rumput laut yang pada akhirnya akan memperoleh nilai tambah dalam taraf hidup dan perekonomian masyarakatnya, serta akan kembali berhasil mengangkat nama Desa Koja Doi sebagai penghasil rumput laut yang berkualitas tinggi, dan tentunya akan menekan jumlah pelaku penangkap ikan dengan cara yang tidak ramah lingkungan.

 

 

Penulis : Angga
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

28 − = 18