Fahri Hamzah. ©2018 Merdeka.com/Ronald

 

MORAL-POLITIK.COM – Pernyataan Prabowo Subianto tentang elite bodoh dan maling mendapat respons dari Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Merdeka.com melansir, Ketua DPR Fahri Hamzah turut mengomentari kritik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut sistem perekonomian tak mensejahterakan rakyat sejak 2004 dan ada elite menipu rakyat di Jakarta.

Menurut Fahri, Prabowo harus mempertangungjawabkan ucapan dengan penjelasan lanjutan.

“Justru kan bagi Pak Prabowo kalimat itu kan positif negatif artinya dia menyatakan itu kan. Dia harus mempertanggungjawabkan juga kalimat itu, sebagian dari cara dia mengobservasi politik ke depan, khususnya politik elite kan,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/4).

Selama ini, kata Fahri, banyak petinggi yang melempar isu tetapi tidak dibarengi dengan penjelasan. Dia pun berharap mantan Danjen Kopasus ini bisa memberikan penjelasan lanjutan yang jelas.

“Kalimat-kalimat Pak Prabowo itu harus ada penjelasan lanjutan, dan saya berharap Pak Prabowo tidak seperti yang dikenal selama ini, banyak pemimpin yang melempar isu tapi tidak diteruskan harus diteruskan,” ujarnya.

Fahri percaya bahwa Prabowo tidak sedang mencari popularitas dengan mengkritik pemerintah. Sebab, Prabowo sudah sudah sangat terkenal.

“Nama Pak Prabowo itu sudah terlalu populer dia enggak perlu lagi itu, kita melihat substansinya aja, karena disamping Pak Jokowi itu Pak Prabowo itu pernah mengantongi suara sah 47 persen dalam pemilu, itu yang memilih, kalau yang mengetahui saya kira 100 persen mengenal Prabowo,” ucapnya.

Ke depan, ia berharap ucapan Prabowo bisa menjadi bahan perdebatan menjelang Pilpres 2019. Serta bisa menjadi masukan bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Menarik untuk diperdebatkan, menurut saya dan harusnya ada yang meneruskannya termasuk kalau bisa Pak Prabowo dan Jokowi sebagai mainstream dari politik pilpres kita ya harus mulai berdebat itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Prabowo menyebutkan bahwa 80 persen kekayaan negara dikuasai hanya satu persen golongan. Dia juga mengatakan setelah sekian lama merdeka ternyata kekayaan negara tidak tinggal di bangsa Indonesia.

“Kita termasuk bangsa yang lengah dan tidak waspada terutama elite kita. Terus terang saja minta ampun. Saya kapok dengan elite Indonesia,” kata Prabowo, saat orasi di hadapan ribuan warga Depok, Minggu (1/4/2018).

Dirinya mengaku dahulu adalah elite juga. Tetapi saat ini dia mengaku sudah tobat. “Saya elite tetapi sudah tobat,” ucapnya.

 

 

Penulis  : Sania Mashabi
Editor    : Athen
Sumber : Merdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

43 − 37 =