Sukmawati Soekarnoputri (Yulida Medistiara/detikcom)

 

MORAL-POLITIK.COM – Gara-gara membacakan sebuah puisi, putra mantan proklamator Indonesia ini dilaporkan ke pihak kepolisian.

Detik.com melansir, Sukmawati Soekarnoputri dilaporkan ke polisi atas dugaan penistaaan agama lewat puisi ‘Ibu Indonesia’. Polisi berencana membentuk tim khusus untuk menyelidiki laporan tersebut.

“Untuk itu kami masih dalami, nanti masuk ke mana (subdit di Ditkrimum), kami akan bentuk tim untuk mendalami laporan tersebut,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan pihaknya sudah menerima dua laporan polisi terkait Sukmawati. Polisi masih melakukan penelitian terkait laporan tersebut.

“Masih dalam penelitian ya,” ujar Argo.

Sukmawati dilaporkan oleh Denny Andrian Kusdayat. Dia mengatakan dasar pelaporan tersebut karena Sukmawati membandingkan syariat islam dengan sari konde. Padahal menurutnya kedua hal tersebut tak bisa dibandingkan sama sekali.

“Kalau dari sisi saya pengacara, kita pengacara pasti bilang semua ahli hukum. Yang pertama saat dia berkata bahwa syariat islam disandingkan dengan sari konde. Itu kan jelas, menurut kami nggak bisa disandingkan seperti itu syariat islam,” kata Denny di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (3/4).

Laporan Denny tertuang dalam nomor laporan TBL//1782/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tanggal 3 April 2018. Perkara yang dilaporkan adalah dugaan tindak pidana penistaan agama dengan pasal 156 A KUHP dan atau pasal 16 UU No 14 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Selain oleh Denny, Sukmawati juga dilaporkan oleh Ketua DPP Hanura Amron Asyhari. Dia melaporkan kasus ini bukan atas nama institusi partai melainkan secara personal.

Laporan Amron tertuang dalam laporan polisi bernomor TBL/1785/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tanggal 3 April 2017. Perkara yang dilaporkan adalah dugaan tindak pidana penistaan agama dengan pasal 156 A KUHP.

Puisi Sukmawati berjudul ‘Ibu Indonesia’ menimbulkan kontroversi. Puisi karyanya sendiri yang dibacakan Sukmawati di acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 itu menyinggung soal azan dan cadar. Sukmawati telah membantah puisinya bernada SARA.

“Saya nggak ada SARA-nya. Di dalam saya mengarang puisi. Saya sebagai budayawati berperan bukan hanya sebagai Sukmawati saja, namun saya menyelami, menghayati khususnya ibu-ibu di beberapa daerah. Ada yang banyak tidak mengerti syariat Islam, seperti di Indonesia timur di Bali dan daerah lain,” jelas Sukmawati saat dimintai konfirmasi.

 
Penulis  : Kanavino Ahmad Rizqo
Editor    : Fdn, Erny
Sumber : Detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

9 + 1 =