Walikota Kupang Jefri Riwu Kore memimpin langsung Pawai Kebudayaan untuk memperingati HUT Kota Kupang ke-22, Senin (23/4/2018) Pkl. 13.40 WITA. (Foto: Nyongki/Moral-politik.com)

 

MORAL-POLITIK.COM – Sebanyak 62 peserta ramaikan Pawai Karnaval Kebudayaan dalam rangka memperingati HUT Kota Kupang ke-22, Senin (22/04/2018).

Pawai Kebudayaan ini mengambil titik start di Jalan Raya El Tari, tepatnya di depan Rumah Jabatan Gubernur NTT.

Pawai kebudayaan yang mewajibkan semua peserta terdiri dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Kota Kupang, BUMD, dan sejumlah sekolah itu, semua pesertanya diwajibkan menggunkan busana motif daerah bernuansa NTT, dan Nusantara.

Peserta pawai dilepas oleh Walikota Kupang Jefri Riwu Kore, didampingi Wakil Walikota Kupang Hermanus Man, dan Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskial Loudoe.

Walikota, Wakil Walikota, dan Ketua DPRD juga turut memeriahkan pawai tersebut, ditandai dengan rombongan pawai yang dipimpin langsung oleh Walikota Kupang tampil sebagai barisan kedua dari rombongan pawai.

Sebelumnya, Walikota Jefri dalam sambutannya pada pembukaan pawai mengatakan, Pawai Karnaval Kebudayaan yang diselanggarakan oleh Pemerintah Kota Kupang menyambut HUT ke-22, merupakan pawai yang dilakukan untuk memeriahkan HUT Kota Kupang sekaligus ajang untuk memperkenalkan kain tenunan asli NTT, karena semua peserta diwajibkan menggunakan busana khas daerah.

“Momentum seperti ini setahun sekali sehingga bisa digunakan sebagai ajang promosi memperkenalkan budaya kita. Sebelumnya kami juga sudah menggelar Festival Makan  Bose, Se’i, dan Lu’at (BSL, Red),” katanya.

Selain itu, katanya, momentum pawai karnaval kebudayaan kali ini dijadikan Pemerintah Kota Kupang untuk meluncurkan gerakan “Ayo Berubah” menjadikan Kota kupang sebagai Smart City, sekaligus mengajak masyarakat dan pemerintah untuk berubah.

“Berubah yang dimaksud adalah mengajak masyarakat untuk merubah pola hidup yang lebih baik. Sementara untuk ASN diminta untuk merubah diri baik untuk melayani masyarakat serta bekerja sungguh-sungguh demi terciptanya pembangunan yang merata dan adil di Kota Kupang,” tambahnya.

Pantauan media ini di lokasi start pawai karnaval kebudayaan, banyak peserta yang antusias mengikuti pawai tersebut. Peserta pawai yang berjumlah lebih kurang 10 ribu orang ini mengikuti pawai tersebut dengan menggunakan busana khas Flobamora, dan Nusantara.

 

Penulis : Nyongki
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

38 − = 29