Foto: V.J. Boekan/Moral-politik.com

 

MORAL-POLITIK.COM – Kunjungan pabrik oleh Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di PT. Asbuton Jaya Abadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur lahirkan harapan.

Tiga orang pejabat Kabupaten TTS yang berkunjung pada Selasa (10/4/2018) Pukul 10.00 hingga 17.00 WIB adalah Kepala Dinas PUPR Kabupaten TTS, S.A. Nggebu, Kabid Bina Marga Martelens Ch. Liu, dan Kepala Laborotarium Junior. E. Baker.

Ketiga tokoh ini diterima oleh Direktur Marketing PT. Asbuton Jaya Abadi, Alvi Fairuz, didampingi Borth of Director Tance Nawa, dan Kepala Produksi plus Kepala Laboratorium, Wawa, didampingi Junior. E. Baker.

Pada saat jedah kunjungan, Kadis Nggebu menuturkan bahwa panjang Jalan Kabupaten TTS 1.203 Kilometer (Km), yang sudah dikerjakan 40 persen. Sisa 60 persen dibutuhkan perbaikan.

“Jika melihat panjangnya dengan estimasi menggunakan aspal hotmix, mungkin butuh dana triliunan rupiah. Untuk mempertahankan yang 40 persen juga membutuhkan biaya pemeliharaan, sehingga menyebabkan sekarang ini kita berada di Provinsi Jawa Timur untuk studi agar pembangunannya kedepan jauh lebih baik lagi,” tegasnya.

Menurut dia, biaya pemeliharaan untuk 1 km diperkirakan membutuhkan dana Rp 1 sampai 2 miliar juga, mulai dari permukaan, hingga ke bahu jalan. Kita utamakan perbaikan permukaannya untuk mempertahankan jalan tersebut mantap. Salah satu alternatifnya kita datang ke Surabaya ini. Estimasinya kita ingin mendapatkan biaya yang murah dan ruas jalan yang dibangun cukup panjang.

Perihal kondisi riil jalan Kabupaten TTS, sambung dia, sekarang kondisinya rusak parah. Jika menggunakan Asbuton diperkirakan jauh lebih murah, mungkin setengah dari estimasi tersebut.

“Sekarang yang perlu kami lakukan adalah menguji kualitas, ekspetasinya. Tapi tetap ruas jalan yang arus lalu lintasnya tinggi dan rusak berat, kita gunakan hotmix. Asbuton kita lebih cenderung gunakan untuk pemeliharaan sehingga bisa menekan biayanya. Juga bisa dilakukan secara swakelola dan dikontrakan. Kita tidak bisa mengukur seperti apa yang hendak diperbaiki, karenanya lebih memilih jalan untuk mempertahankan,” tambahnya.

“Konsep pengerjaan jalan yang telah dipikirkan Bupati TTS Paul Mella adalah dengan cara swakelola. Hal ini sekaligus juga bisa memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengerjakan proyek-proyek jalan, dan bisa juga untuk membendung maraknya arus masyarakat TTS yang ingin menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, dan luar daerah, atau human trafficking,” tambahnya.

Lapangan Kerja

Nggebu menegaskan lagi, pembukaan lapangan kerja harus sesuai dengan aturan yang ada, selain itu kita juga sebagai pembina pengusaha di daerah tidak melepas para penusaha begitu saja.

Kunjungan ke Asbuton, akunya, bermaksud untuk mencari alternatif-alternatif pembangunan jalan kabupaten yang baik, sehingga ke depan arus transportasi orang dan barang bisa berlangsung dengan lebih baik lagi.

Harapan kepada Bupati-Wakil Bupati terpilih

Siapa pun Bupati-Wakil Bupati TTS yang terpilih nanti, sebut Nggebu, dirinya berharap fokus untuk membangun infrastruktur jalan dan air.

Nggebu menambahkan, bicara jalan sangat penting, karena akan membuka kantong-kantong produktif di desa sehingga harus menjadi program yang menopang kebijakan bupati-wakil bupati kedepan untuk menanggulangi kemiskinan, pengangguran, kekurangan gizi, dan sebagainya.

“Infrastruktur harus baik sehingga bicara tentang program pariwisata atau apa saja bisa berjalan dengan baik, dan masyarakatpun bisa menjawab harapan dan tantangan dari pemimpin terpilih,” pungkas dia.

 

Penulis: V.J. Boekan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

38 + = 45