Andreas Hugo Parera. (Foto: Angga/Moral-politik.com)

 

MORAL-POLITIK.COM – Indonesia telah merdeka sejak 17 Agustus 1945, namun banyak desa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum terjangkau signal telepon selular serta jaringan internet.

Ekses dari belum terjangkaunya signal telepon selular menyebabkan komunikasi melalui jaringan telepon menjadi macet total.

Anggota DPR RI daerah pemilihan NTT I Andreas Hugo Parera (AHP) pernah ngomel-ngomel ke Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Tujuan yang dilakukan putra kelahiran Flores ini agar semua desa yang ada di Pulau Flores dapat menikmati jaringan komunikasi telepon selular dan jaringan internet.

“Saya ngomel-ngomel Pak Menteri karena ada beberapa desa di wilayah Flores belum terjangkau signal telepon. Saya ceritakan semua di Pak Menteri bagimana sulit mendapatkan jaringan selular,” tandasnya saat memberikan sambutan pada acara seminar nasional yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika di aula Nawa Cita Kampus Unipa, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Sabtu (5/5/2018).

Ia pernah meminta Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara untuk mengelilingi Pulau Flores agar bisa mengetahui betapa sulitnya masyarakat mendapatkan jaringan selular.

“Sulit sekali mendapatkan signal di Pulau Flores. Biar kita membeli hand pone yang mahal-mahal tetapi signal saja tidak ada. Ini tugas Negara menyiapkan signal ini,” ujarnya.

Dari ngomel tersebut, Politisi PDIP ini mengungkapkan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) langsung meminta Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) untuk turun ke Pulau Flores untuk membangun Base Transceiver Station (BTS) melalui program BTS Universal Service Obligation (USO).

Ditambahkan Parera, program Nawa Cita Presiden Jokowi membangun Indonesia dari daerah pinggiran termasuk membangun telekomunikasi, sehingga dapat menjangkau seluruh wilayah NKRI.

“Saat ini Pemerintahan Jokowi sedang membangun Palapa Ring. Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia,” pungkas dia.

 
Reporter : Angga
Editor      : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

63 + = 68