Andreas William Koreh. (Foto: V.J. Boekan/Moral-politik.com)

 

MORAL-POLITIK.COM – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti Lomba/Pemilihan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi (Permukaan) Teladan Tingkat Nasional Tahun 2018 di Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT Andreas William Koreh memimpin rombongan NTT untuk mempresentasikan keunggulan atau Profil Kinerja Daerah Irigasi (DI) Bena, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Aula Hotel Harris, Jl. Bangka 8-18, Surabaya, Kamis (3/5/2018) Pkl. 11.40 WIB.

Di hadapan 5 orang juri atau tim penilai, Andre bernostalgia bahwa 2 tahun yang lalu dirinya pernah mempresentasikan DI Malaka dalam lomba serupa dan berhasil menyabet Juara III Nasional, kendati setelah tim penilai turun ke lapangan DI Malaka ditetapkan sebagai Juara IV, akan tetapi paling tidak ia kali ini datang untuk unjuk kebolehan tidak dengan isi kepala yang kosong, atau laksana orang buta yang meraba-raba jalan yang hendak dilalui.

Dari 5 orang penilai yang berhadapan langsung dengan Andre, tercatat 3 orang pernah melihat langsung DI Malaka, sehingga eksistensi dan kredibilitas Andre dan apa yang hendak diujarkan bukanlah pampasan kosong.

Sebagaimana ketetapan panitia pelaksana lomba, waktu presentasi DI adalah 30 menit, 10 menit waktu bagi peserta lain untuk bertanya, dan 20 menit bagi dewan juri untuk berkomentar bebas.

Tim pendukung DI Bena terdiri Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Politik dan Pemerintahan Vincentcius Jeskial Boekan, Sekretaris Dinas PUPR NTT Johanis Tobi, Kepala Bidang OP Beny Nahak, dan staf pendukung sebanyak 12 orang.

Andre menuturkan profil kinerja DI Bena diawali dari Prasarana Fisik yang terdiri dari:
a. Bendung 1 buah.
b. Kantong Lumpur 1 buah
c. Siphon 2 buah
d. Talang 4 buah
e. Bangunan Terjun 15 buah
f. Bangunan Bagi Sadap 34 buah
g. Bangunan Sadap 22 buah
h. Bangunan Pelengkap 32 buah
i. Saluran Primer 1.372 meter
j. Saluran Sekunder 23.122 meter
k. Saluran Tersier 30.058 meter
l. Saluran Pembuang 2.250 meter
m. Saluran Gendong 275 meter
Berdasarkan Study Indeks Kinerja T.A. 2017 Kinerja Daerah Irigasi Bena adalah 84 %.

Sedangkan tentang Produktifitas Tanam ada 6 poin yaitu:
a. Pola Tanam: Padi-Padi-Bero
b. Luas Potensial: 3.514 Ha
c. Luas Fungsional: 2.600 Ha
d. Ketersediaan Air: 4.600 ltr/dtk
e. IP Tanam: 150 %
f. Produksi Padi/Ha: 5 ton/Ha.

Perihal Sarana Penunjang, menurut Andre ada 3 catatan penting yaitu:
a. Kantor Pengamat (belum ada)
b. Kendaraan Dinas 1 buah (sepeda motor)
c. Peralatan OP (Mesin potong kayu, Mesin potong rumput, Cangkul, Sekop, Linggis, Sabit, Parang, Garpu, dll).

Kemudian tentang Organisasi Personalia, didukung:
a. Jumlah Petugas OP: 15 orang (kebutuhan 24 orang); dan
b. Komisi Irigasi (KOMIR Provinsi SK Gubernur No. 240/KEP/HK/2017, tanggal 31 Agustus 2017, KOMIR Kabupaten TTS belum terbentuk).

Selain itu, Andre menegaskan bahwa Dokumentasi dari DI Bena sebagai berikut:
a. Skema Jaringan
b. Skema Bangunan
c. Skema Dimensi Bangunan
d. Skema penempatan Petugas OP
e. Foto Pelaksanaan kegiatan OP
f. Peta Daerah Irigasi
g. Laporan kegiatan Pelaksanaan OP
6. P3A
a. P3A: 27 kelompok
b. GP3A: 5 kelompok
c. IP3A: 1 kelompok.

Terakhir, Andre beberkan tentang Inovasi DI Bena seperti:
a. Papan Informasi Petugas OP (T.A. 2017); dan
b. Alat Pencatat Debit Real Time “HAIK LONTAR dan Software “Petani PEDE Tanam 1.0”.

Bagaimana alkisah babak tanya jawab dari peserta lain dan dari tim juri terhadap paparan Andre ini? Simak saja di artikel berikut dengan judul yang berbeda….

 

 

Penulis : V.J. Boekan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

87 − = 80