Ilustrasi Walikota Kupang Jefri Riwu Kore bersama Ketua Tim PKK dan Dekranasda Kota Kupang Hilda Riwu Kore-Manafe foto bersama Ketua DPRD Kota Kupang Yeheszkiel Loudoe (kanan) pada perayaan HUT Kota Kupang ke 132 dan Hari Jadi Kota Kupang ke-22 di depan Kantor Walikota Kupang, Rabu (25/4/2018) pagi. (Foto: Richardo L. Therik/Moral-politik.com)

 
MORAL-POLITIK.COM – Ketua DPRD Kota Kupang Yehezkiel Loudoe tak menampik salah satu anggotanya Hery Kadja Dahi tertangkap tangan sedang bermain judi.

“Terkait ditangkapnya salah satu anggota DPRD Kota Kupang akibat terlibat perjudian pada Selasa (1/5/2018) kita menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada aparat kepolisian untuk melakukan proses terhadap salah seorang anggota DPRD dimaksud,” kata Loudoe di kantornya, Kota Kupang, Rabu (2/5/2018).

Ia menegaskan lagi bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat polisi untuk menyelesaikannya.

Menurut Loudoe, DPRD punya mekanisme tersendiri dan menunggu sikap dari partai politik yang mengusung Hery Kadja Dahi. Tapi biasanya jika ada anggota yang bermasalah maka diserahkan kepada Badan Kehormatan Dewan.

Disinggung soal sanksi, Loudoe mengaku pihaknya harus menunggu proses hukum hingga selesai. Jika telah ada putusan hukum barulah pihaknya menentukan sikap.

“Kita akan lihat dulu setelah diproses to. Prosesnya seperti apa baru kita panggil sebagai lembaga,” jelas Loudoe lagi.

 
Penulis : Nyongki
Editor   : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

61 + = 70