Walikota Kupang Jefri Riwu Kore menerima warga Nitneo, Kabupaten Kupang di Balai Kota, Jumat (11/5/2018). Foto: Nyongki/Moral-politik.com

 
MORAL-POLITIK.COM – Puluhan warga Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat (Bolok), Kabupaten Kupang beraudiens dengan Walikota Kupang Jefri Riwu Kore.

Warga Nitneo ini datang dari Dusun III, IV dan V. Tujuan bertemu dengan Walikota Jefri untuk meminta dimasukkan sebagai warga Kota Kupang.

Audiens berlangsung hari ini, Jumat (11/5/2018) dihadiri Walikota Kupang Jefri Riwu Kore, Asisten II Tom Ga, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Yanuard Dalli, Kepala Bagian Humas Toto Hasan, dan Kepala Kesbangpol Erwan Fanggidae.

Salah satu warga Desa Nitneo, Niko Tosi mengatakan, sudah sangat lama mereka tidak menerima pelayanan administrasi baik di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang dan Pemerintah Kota Kupang (Pemkot) Kupang. Sebagian masyarakat masuk ke Kelurahan Alak dan sebagian masuk Desa Nitneo.

“Kami berharap bisa masuk menjadi warga Kota Kupang agar kami juga bisa menerima pelayanan administrasi dan lainnya dari pemerintah Kota Kupang yang jaraknya lebih dekat dengan Desa Nitneo. Kami minta dimasukkan menjadi warga Keluraha Alak,” katanya.

Sementara itu warga lainnya, Albinus Bani mengatakan, yang menjadi masalah juga adalah pelayanan gereja. Gereja tidak memberikan pelayanan karena tidak terdata sebagai jemaat tetap.

Ia menjelaskan, dalam mengurus administrasi kependudukan, menempuh jarak kurang lebih 50 km, melewati daerah administratif Kota Kupang untuk sampai ke Kabupaten Kupang (Oelamasi) yang membutuhkan biaya yang sangat banyak. Sehingga saat ini kebanyakan masyarakat Desa Nitneo di Dusun III, IV dan V tidak memiliki administrasi kelengkapan yang lengkap. Walaupun demikian pemerintah desa setempat tidak perduli.

“Oleh karena itu lebih baik kami dikembalikan saja ke wilayah Kota Kupang di Kelurahan Alak,” harapnya.

Pemerintah Kota Kupang juga, harap dia, menyambut pernyataan ini dan mendukung keinginan warga Desa Nitneo ini.

Ia menjelaskan, pada tahun 1980an, wilayah tersebut masuk dalam wilayah Kelurahan Alak, namun karena adanya kepentingan segelintir orang, maka wilayah tersebut dimasukkan menjadi Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Sempat ada protes dari warga setempat, namun hal ini tidak membuahkan hasil yang baik.

“Kami ingin kembali menjadi warga Kota Kupang. Kami tidak ingin seperti dijajah. Kami ingin meminta semua hak kami, termasuk menerima pelayanan publik dari pemerintah,” pungkasnya.

Jefri Riwu Kore

Sementara itu Walikota Kupang Jefri Riwu Kore mengatakan, memang benar bahwa sampai saat ini warga Nitneo merupakan warga Kabupaten Kupang. Kalau memang ada niat untuk gabung di Kota Kupang, pada dasarnya pemerintah Kota Kupang siap untuk menerima, tetapi harus melalui Pemerintah Kabupaten Kupang dan DPRD Kabupaten Kupang, selanjutnya baru bisa didiskusikan dengan pemerintah Kota Kupang.

“Semua harus sesuai prosedur. Karena memang Undang-Undang jelas bahwa Desa Nitneo masuk ke wilayah Kabupaten Kupang,” katanya.

Menurut Jefri, warga Nitneo harus tetap mengikuti peraturan yang berlaku. Untuk pemerintah Kota Kupang, pada dasarnya selalu siap untuk menerima dan memberikan pelayanan jika memang sudah ada keputusan hukum dan Undang-Undang yang berlaku.

“Kami dari Pemerintah Kota siap jika memang dari Pemerintah Kabupaten Kupang sepakat, kami akan terima. Tetapi warga Nitneo seharusnya langsung minta ke Bupati Kupang. Karena berdasarkan Undang-Undang, Desa Nitneo adalah wilayah Kabupaten Kupang,” terangnya.

 
Reporter : Nyongki
Editor      : Erny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 30 = 38