Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya berbagi rasa duka yang mendalam dengan Ny. Wilhelmina Amalo-Taolin didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT Andreas William Koreh, Kepala Biro Humas Setda NTT Samuel Pakereng, dan sejumlah pimpinan SKPD Provinsi NTT di rumah duka Jl. Kemuning No. 1, Kelurahan Naikolan, Kota Kupang, Selasa (1/5/2018) pukul 22.10 WITA. (Foto: V.J. Boekan/Moral-politik.com)

 

MORAL-POLITIK.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya berbagi rasa duka dengan Ny. Wilhelmina Amalo-Taolin dan keluarga Amalo-Taolin.

Gubernur Frans melayat ke rumah duka mantan Pamong Praja senior di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Drs. Messakh Amalo alias Adibu yang menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Siloam Kupang, Selasa (1/5/2018) pukul 07.10 WITA.

Ia didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT Andreas William Koreh, Kepala Biro Humas Setda NTT Samuel D. Pakereng, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Marius Adur Djelamu, Kepala Dinas Sosial Willem Foni, dan sejumlah pimpinan SKPD Provinsi NTT lainnya.

Gubernur Frans duduk bersama beberapa tokoh NTT dalam “mete” yang sudah menjadi kelaziman dikala ada kedukaan. Ia duduk di tenda duka di halaman depan rumah dan memanfaatkan waktu sekitar 2 jam untuk mendengarkan beberapa alkisah, dan juga membalas dengan beberapa cerita tentang rencana-rencana pembangunan NTT dalam kurun waktu beberapa hari kedepan, semisal rencana Pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah di Kabupaten Flores Timur, Blok Masela, dan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2018 ini.

Sedangkan di dalam rumah, Jenazah Adibu Amalo dijaga oleh isterinya Wilhelmina Amalo-Taolin, tiga orang putrinya yaitu Helena Amalo, Nancy Amalo, dan Christyn Amalo serta seorang cucu laki-laki berusia sekitar 6 tahun.

Hadir juga di rumah duka seorang kakak laki-laki dari Ny. Wilhelmina Amalo-Taolin yang datang khusus dari Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Hingga malam ini, waktu pemakaman belum berubah. Diawali ibadat pada Kamis (3/5/2018) Pkl. 13.00.

Kemungkinan besar yang akan memimpin upacara penghormatan terakhir dari jenazah Adibu Amalo adalah Walikota Kupang Jefri Riwu Kore, karena Gubernur Frans sendiri sudah mengagendakan acara lain jauh hari sebelum datangnya peristiwa kedukaan ini.

 

 

Penulis : V.J. Boekan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

65 − 56 =