Foto: Feliks Hatam/Moral-politik.com

 

Penulis: Feliks Hatam

Réwéng gâmi tâu latang âmé Jokowi. (Suara kami untuk Bapat Jokowi)

MORAL-POLITIK.COM – Bapak Jokowi, ada salam hangat dari kami putra-putrimu di ujung negeri ini.

Berjabatan tangan mungkin mustahil terjadi, tetapi satu hal yang membuat sama adalah harapan Bapak untuk membangun negeri ini dengan cita-cita kami yang terus bergelora melalui pendidikan.

Oleh harapan itu, di hari pendidikan nasional ini, ijinkanlah putra-putrimu dari pelosok negeri ini untuk mengucapakan: “Selamat Hari Pendidikan buat Bapak Presidenku” Dihari yang penuh sejarah dalam dunia pendidikan ini kami berdoa agar bapak selalu sehat dan terus berkomitmen dalam cinta membangun anak negeri melalui program-program yang pro pendidikan.

Di hari yang istimewa ini juga, kami bersyukur dan berterima kasih atas jasa para pahlawan, lebih khusus jasa Bapak pendidikan, Kihajar Dewantara. Senada dengan itu, kami berterima kasih atas segala bantuan dan program-program yang Bapak luncurkan untuk anak-anak negeri ini. Program-program yang bapak luncurkan untuk membangun wajah pendidikan di negeri ini telah dan sedang kami nikmati.

Sekali lagi, selamat hari pendidikan ya, pak.

Suara kami, Untuk Bapak Jokowi. Suara itu adalah harapan. Harapan itu adalah kerinduan. Kalau menurut Dilan rindu itu berat, tapi saat ini yang berat buat kami adalah penantian. Menanti untuk sedikit bebas dari keterbelakangan. Penantian untuk melihat buku terpajang di sekolah yang mungkin dikenal dengan perpustakaan, penantian untuk menyebutkan laboratorium, penantian untuk berada didepan komputer saat belajar Teknologi Infomasi dan Komunikasi, dan penantian untuk belajar nyaman saat musim hujan.

Bapak Jokowi, presidenku, peresiden kita, dan presiden kami. Di hari pendidikan nasional ini ada suara dari anak-anakmu dari pelosok negeri ini, anak-anak negeri ini.
Dihari Pendidikan nasional ini ada salam dari anak-anakmu di Timur Negeri ini.
Ada harapan dari anak-anakmu dari pelosok negeri ini.
Ada doa dari anak-anakmu di diujung negeri ini.
Ada sepucuk cinta dari anak-anakmu di di ujung bumi Indonesia.

Salam pembangunan untuk membangun negeri ini dengang (dalam) cinta.
Harapan untuk memndapat sentuhan pembangunan dari tanganmu, bapaku Jokowi
Doa untumu, bapak Jokowi, agar selalu sehat dan kuat, supaya cita-cita kami kelak tercapai
Supaya cita-cita kami membuahkan cinta bagi negeri oleh mata hatimu yang manembus dan membebaskan segala sekat perbedaan. Semoga, ya Bapak

Suara kami tulus, mulus, untuk mengucapkan selamat hari pendidikan untuk ame (Bapak) Jokowi. Suara kami tulus, mulus, dan murni sebagai ungkapan hati anak negeri yang ada di ujung Timur.Lurus, bukan karena ada maksud untuk mencuri hati ame (Bapa) Jokowi. Suara kami sebagai ungkapan hati untuk terus mencari arti di hari pendidikan nasional.Untuk terus menemukan arti dari setiap perayaan hari pendidikan nasional.

Ame Jokowi, ame momang gami (Bapak Jokowi, Bapak yang kami kasihi) banyak cerita yang kami dengar, banyak kisah yang kami lihat, tentang kiprahmu sebagai kepala negara, tentang caranyamu menakhodai negeri ini, tentang rencanamu memberikan lilin yang terus hidup di negeri ini. Sebagaian dari cerita itu telah kami alami, telah kami nikmati.

Banyak cerita tetangmu Bapak Jokowi untuk membebaskan anak negeri dari keterbelakangan lintas transportasi, banyak berita tentang caramu mengunjung dan menyapa anak negri.Semua itu mustahil kami alami.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

40 − = 33